Aceh kembali berduka atas berpulangnya salah satu tokoh bersejarah bangsa, Teungku Nyak Sandang bin Lamudin (4 Februari 1927 – 7 April 2026), yang dikenal sebagai penyumbang dana pembelian pesawat Seulawah RI-001, pesawat pertama milik Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
Almarhum wafat pada Selasa, 07 April 2026, di kediamannya di Gampong Lhuet Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh dan seluruh bangsa Indonesia.
Semasa hidupnya, Teungku Nyak Sandang menunjukkan pengabdian luar biasa kepada negara. Pada usia 23 tahun, beliau dengan penuh keikhlasan menjual kebun miliknya senilai 20 mayam emas. Hasil penjualan tersebut kemudian diserahkan kepada negara dan pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno digunakan untuk membantu pembelian pesawat Seulawah RI-001—sebuah simbol penting perjuangan dan kedaulatan Indonesia di bidang penerbangan.
Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa, Wakil Ketua II DPRK Nagan Raya, Dr. Said Syahrul Rahmad, S.H., M.H., turut hadir melayat ke rumah duka. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai representasi lembaga, tetapi juga sebagai wujud penghargaan mendalam atas jasa besar almarhum yang telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan duka cita yang tulus, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keteladanan Teungku Nyak Sandang sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus di seluruh Nusantara. Menurutnya, semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kecintaan almarhum terhadap tanah air adalah nilai luhur yang harus terus diwariskan dan dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pengabdian almarhum adalah bukti bahwa kontribusi besar bagi bangsa tidak selalu lahir dari kekuasaan, tetapi dari ketulusan hati dan keberanian berkorban. Semangat inilah yang harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbuat terbaik bagi Indonesia,” ujar beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa jasa almarhum merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa yang patut dikenang sepanjang masa, serta menjadi pengingat bahwa persatuan dan kepedulian sosial adalah kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
Semoga almarhum Teungku Nyak Sandang mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan.
Aceh berduka, Indonesia kehilangan putra terbaiknya.








