ACEH BARAT – Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, SH, MH, yang akrab disapa TRK, mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi pascabencana bersama sejumlah kepala daerah wilayah Barat Selatan Aceh yang terdampak banjir.
Rakor tersebut di pimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, yang berlangsung di Aula Teuku Umar Setdakab Aceh Barat, Meulaboh pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Rapat koordinasi ini secara khusus membahas pelaksanaan darurat bencana hidrometeorologi akibat siklon senyar serta persiapan penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di wilayah Barat Selatan Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya yang mengalami dampak cukup signifikan.
Dalam forum tersebut, Bupati TRK menyampaikan pentingnya dukungan penuh pemerintah pusat melalui BNPB, khususnya untuk percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat yang terdampak banjir di Beutong Ateuh Banggalang.
“Kami sangat berharap dukungan penuh pemerintah pusat melalui BNPB agar pembangunan Huntara dapat dipercepat, terutama bagi masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, sehingga warga dapat menempatinya sebelum memasuki bulan suci Ramadhan,” ujar Bupati TRK di hadapan Kepala BNPB.
Menurut TRK, percepatan pembangunan Huntara merupakan kebutuhan mendesak guna menjaga stabilitas sosial, kesehatan, serta kondisi psikologis masyarakat terdampak, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Selain hunian, Bupati Nagan Raya juga menyampaikan kondisi infrastruktur dasar yang masih memerlukan penanganan segera.
“Di Beutong Ateuh, kita masih membutuhkan pasokan air bersih. Listrik juga belum sepenuhnya normal, namun pihak PLN telah menempatkan genset berkapasitas besar di lokasi untuk membantu kebutuhan listrik,” jelasnya.
Bupati TRK juga menyoroti kebutuhan mendesak di wilayah Darul Makmur, khususnya terkait akses penghubung antardesa.
“Untuk masyarakat Darul Makmur, kami membutuhkan jembatan gantung, karena panjang jembatan yang putus di Desa Alue Waki lebih dari 50 meter, sehingga tidak dapat diatasi dengan jembatan bailey,” ungkap Bupati TRK.
Menyanggapi hal tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyambut baik masukan dan permintaan para kepala daerah.
Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mengoptimalkan langkah-langkah percepatan penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah nyata penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat terdampak. []








